Don't Show Again Yes, I would!

Strategi Gagal Jorge Martin yang Diulang Lagi , Terupdate

 

pojokberita.co.id – Dua kali ’’bertaruh” dengan ban soft, dua kali pula Jorge Martin gagal dengan strateginya itu. Sepekan lalu, di Sirkuit Mandalika, Martin gagal finis. Sementara kemarin pagi (WIB) di Phillip Island, rider Pramac Ducati itu ditelikung di lap terakhir karena ban belakangnya aus.

Ide awalnya adalah dengan memasang ban belakang soft, Martin akan menggeber motornya di lap-lap awal lomba untuk mendapatkan jarak sejauh-sejauhnya atas lawan-lawannya. Setelah itu, di lap-lap akhir tinggal menjaga ritme balapan sampai finis. Seperti diketahui, ban dengan permukaan lunak atau soft punya cengkeraman paling kuat pada permukaan aspal. Namun, kelemahannya adalah mudah aus.

Di GP Australia kemarin, pada awalnya, strategi Martin itu berjalan mulus. Martin terus memimpin di 26 dari 27 lap yang dilombakan. Bahkan, sempat menciptakan jarak lebih dari 3 detik sebagai pimpinan lomba. Tapi, mimpi buruk datang di enam lap terakhir. Waktu lapnya terus turun. Tentu saja karena bannya habis.

Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo Berikan Cenderamata Wayang Bima sebagai Simbol Kekuatan

Petaka tiba di lap terakhir. Usai melibas tiga tikungan pertama, rombongan pembalap di belakangnya sudah sangat dekat. Di tikungan 4, Martin dengan mudah disalip tiga pembalap sekaligus, yakni Johann Zarco (Pramac Ducati), Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo), dan Fabio Di Giannantonio (Gresini Ducati).

’’Aku mulai merasakan kesulitan memacu motor di enam lap terakhir. Ban belakangku sudah habis. Dan pembalap-pembalap di belakangku terus mendekat,’’ aku Martin dilansir Crash.

Rekan setim Martin, Johann Zarco yang akhirnya meraih podium tertinggi. Itu sekaligus menjadi kemenangan perdana Zarco sejak menginjakkan kaki di balapan kelas para raja ini musim 2017. Dia merayakannya dengan selebrasi ikonik miliknya, yakni backflip.

Baca Juga: Evaluasi Kegagalan Asian Games, PBSI Undang Delapan Peraih Emas Olimpiade

Di Giannantonio, yang bakal kehilangan kursi balapnya di Gresini musim depan dan digantikan Marc Marquez, tampil mengejutkan dengan meraih podium ketiga. Sementara Bagnaia makin mengukuhkan posisinya di puncak klasemen setelah finis di runner-up.

Bagnaia kini sudah mengumpulkan 366 poin. Unggul 27 angka atas Martin di posisi kedua. Padahal, sebelum tiba di Australia, Martin hanya tertinggal 18 poin.

Bagnaia sadar betul bahwa pilihan ban Martin akan membuatnya kesulitan di akhir-akhir balapan. ’’Hari ini (kemarin, Red) faktor pentingnya adalah sabar dalam manajemen ban. Saat sadar Martin menggunakan ban belakang soft, aku menebak maksimal dia bisa berlari hanya sampai lap ke-19. Aku menanti itu, lantas menangkapnya,’’ jelas Bagnaia.

Baca Juga: Bigetron Era Juara Piala Presiden Esport, Modal Besar untuk Seleksi Nasional

Zarco menyebut dirinya yakin bisa merangsek ke posisi depan sejak balapan memasuki lima lap terakhir. Di lap terakhir, dia sudah menduduki posisi kedua di belakang Martin. ’’Awalnya, aku ingin menyalip Jorge (Martin) di tikungan 6. Tapi jika aku melakukan itu, pembalap lain akan lebih dulu melakukannya. Jadi, aku mengambil keputusan untuk menyalipnya di tikungan 4,’’ jelas Zarco.

Balapan utama GP Australia dimajukan kemarin untuk menghindari cuaca buruk. Sprint race yang dijadwalkan berlangsung hari ini bisa dibatalkan jika cuaca benar-benar tidak bersahabat. ’’Aku harap kami tetap membalap besok (hari ini, Red),’’ ucap Martin.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *