Don't Show Again Yes, I would!

Sebab Marc Marquez Masih Ingin Jadi Yang Terbaik di MotoGP, Ingin Lampaui Rekor Rossi , Terupdate

 

pojokberita.co.id – Jelas Marc Marquez masih punya ambisi besar menambah gelar juara dunianya. Terpuruk bersama Honda dalam dua tahun belakangan, rider berjuluk Baby Alien itu sampai harus ”menurunkan levelnya” untuk memutuskan kontrak dengan Repsol Honda dan kabarnya bakal bergabung dengan tim satelit ketiga Ducati, Gresini.

Saat ini, Marquez telah mengantongi 8 gelar juara dunia di semua kelas. Hanya terpaut satu gelar saja dari rival terbesarnya di MotoGP, Valentino Rossi (9 gelar).

Jika benar akan bergabung dengan Gresini dan menunggangi Ducati, Marquez akan mendapat jatah motor Desmosedici GP23. Bukan motor terbaruk 2024.

Baca Juga: Hasil Buruk di Asian Games, Aib Bagi Bulu Tangkis Indonesia

Dengan usianya yang sudah menginjak 30 tahun, tak banyak waktu lagi baginya untuk segera bisa meraih gelar juara dunia kembali. Menyamai rekor Rossi atau bahkan melampauinya.

Sehari setelah Honda mengumumkan resmi berpisah dengan Marc Marquez akhir musim ini, pembalap 30 tahun itu buka suara lewat media sosial. Marquez membagikan pesan dalam surat singkat yang ditulis di atas foto dirinya yang sedang meneteskan air mata.

Rider yang 11 tahun terakhir menjadi ikon utama Honda di MotoGP itu menyebut ini adalah keputusan tersulit yang harus dia ambil sepanjang hidup. Baginya, Honda bukan sekadar tim, namun sudah menjadi keluarga keduanya.

Baca Juga: Bagnaia tentang Marquez yang Akan Datang ke Ducati: Bakal Menjadi Pertarungan Hebat

’’Aku tidak tahu harus memulai dari mana. Aku tidak tahu keputusan ini benar atau salah. Aku tidak tahu apa yang terjadi di masa depan. Aku tak tahu apakah semua jadi lebih baik selanjutnya. Satu yang aku tahu, kami membuat keputusan ini bersama-sama,’’ tulis pembalap yang sudah memberikan enam gelar juara dunia MotoGP untuk Honda itu.

Marquez menjelaskan, dirinya mengambil keputusan itu bukan berdasar perasaan. Karena di mana pun dia berada, hatinya akan selalu bersama Honda. ’’Keputusan ini berasal dari kepala dan keberanian. Karena aku masih ingin menjadi pembalap terbaik di dunia lagi,’’ ujarnya.

Pembalap yang sudah meraih 59 podium tertinggi bersama Repsol Honda itu juga mengaku terinspirasi filosofi seorang pendaki Gunung Everest dari buku yang dia baca. Yakni, jika bisa mencapai puncak dalam tiga hari, kenapa harus melakukannya dalam lima hari.

’’Logikanya, mendaki tiga hari memang lebih berisiko. Kamu harus menempa diri lebih keras. Banyak yang menyarankan untuk tidak melakukannya. Tapi, jika tidak mencoba, aku tidak akan tahu hasilnya. Aku hanya mengikuti instingku,’’ tutur Marquez. 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *