Don't Show Again Yes, I would!

JNE Siliwangi Bandung Dapat Suntikan Energi Positif (Seri 3 IBL 2017), Berita IBL

Tiga kali kalah di tiga pertandingan bukan rekor yang bagus bagi JNE Siliwangi. Tim ini di Seri 3 IBL 2017 akhirnya memutuskan untuk melakukan pergantian pelatih. Akhirnya Raoul Miguel Hadinoto yang sukses membawah Siliwangi meraih kemenangan untuk pertama kalinya musim ini dengan menundukkan NSH Jakarta, 74-69.

Siliwangi terlihat lebih beringas dari biasanya. Di paint area mereka sangat perkasa dengan mencetak 44 poin. Sementara itu dari segi akurasi (field goals) mengalami kenaikan dengan menembus 43 persen (29/67). Berbeda dengan tiga pertandingan sebelumnya.

Hanya saja kemenangan ini tidak didapatkan dengan mudah. Sebab NSH nyatanya bisa unggul di tiga kuarter sebelum di kuarter keempat giliran Siliwangi yang mengambil alih permainan. Aliran bola terlihat sangat lancar dengan 21 asis yang dibuat oleh pemain-pemain Siliwangi.

“Perubahan mendasar ya gimana kami bermain lebih baik aja dari sebelumnya. Seperti di pertandingan lawan NSH, tren kami naik,” ujar coach Ebos, sapaan Raoul Miguel Hadinoto. “Saya sudah bilang ke pemain, kalau kita dapat momentum di kuarter empat, kita menang nih. Defense bagus dan akhirnya dapat momentum tersebut.”

Ferdinand Damanik juga tampak tampil luar biasa malam ini. Ia mencetak poin terbanyak untuk Siliwangi dengan 21 poin. Begitu pun juga dua pemain asing yang mulai menunjukkan kualitasnya. Chris Brand mengoleksi 18 poin dan 14 rebound, lalu Danny Trapp menambahkan 14 poin.

“Ya kami merasa bahwa kami ingin menang. Lalu coach Ebos juga bawa energi positif di tim ini, setelah kami down karena tiga kali bermain tanpa kemenangan,” kata Damanik usai laga.

Sedangkan di kubu NSH, mereka tampak tak percaya dengan kekalahan tersebut. Manajer NSH, Yusuf Arlan Ruslim mengaku kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Meski begitu dua pemain asing, Nate Barfield dan Garry Jacobs masih jadi pendulang poin terbanyak dengan masing-masing 24 poin, dan Nate menambahkan 18 rebound.

“Saya masih gak percaya mereka kalah. Padahal sempat unggul 10 poin. Anak-anak masih kebingungan kalau mereka lagi unggul,” keluhnya.

Di pertandingan terakhir, Hangtuah Sumsel sukses menyudahi perlawanan Satya Wacana Salatiga dengan skor 81-71. Andre Smith tampil dominan di bawah ring lawan dengan mencetak 29 poin dan 18 rebound, disusul Jajuan Smith dengan 19 poin dan Andrie Ekayana yang mencetak 16 poin. Di kubu lawan, Jarron Crump masih jadi pendulang poin tertinggi dengan 35 poin, diikuti Andre Adriano (13 poin) dan Nate Maxey (11 poin, 15 rebound).

“Memang kami bisa unggul di awal, tapi saya sudah tekankan ke pemain bahwa Satya Wacana bisa bermain cepat. Ternyata terbukti, mereka main cepat di kuarter empat. Saat itu memang pemain kami sudah kelelahan, jadi mereka bisa menyusul. Tapi anak-anak bisa menahan mereka,” kata Paul Mario Sanggor, kepala pelatih Hangtuah.

Foto: Hari Purwanto


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *