Pemain-pemain Asing yang Tak Sesuai Harapan (Seri 2 IBL 2017), Berita IBL

Hari kedua Seri 2 IBL 2017 yang berlangsung di Britama Arena tanggal 5 Februari 2017 berlangsung lebih seru daripada hari pertama. Khususnya dua laga terakhir, dua tim papan atas bersusah payah membungkus kemenangan. Mereka melawan tim yang tidak bisa pula diremehkan.

Di laga terakhir, CLS Knights Surabaya berusaha keras meraih kemenangan melawan Bank BJB Garuda Bandung. Ketika kemenangan itu diraih, selisihnya pun hanya tiga angka, 72-69.

Sejak kuarter pertama, laga berjalan super ketat. Kedua tim bergantian memimpin raihan angka. Tercatat kedua tim 7 kali bergantian memimpin dan juga 7 kali berbagi skor sama. CLS sempat unggul hanya 8 poin, dan Garuda pun sempat memimpin hingga 7 poin.

Hal paling menarik dari laga antara CLS Knights melawan Garuda kemarin malam terjadi di kuarter 4. Kepala pelatih CLS Knights Wahyu Widayat Jati membangkucadangkan dua pemain asingnya, Jamarr Johnson dan DeChriston McKinney.

“Lihat kuarter empat. Ini lokal melawan dua impor,” tegas pelatih yang akrab dipanggil Coach Cacing ini. “Lihat lokal seperti ini, saya bangga.”

Di kuarter terakhir, CLS Knights meladeni konsistensi Garuda dengan komposisi pemain-pemain lokal. Hanya di kuarter empat saja, laga berjalan relatif seimbang. CLS Knights hanya unggul satu poin, 19-18.

Di akhir laga, akumulasi raihan McKinney dan Jamarr -seperti kata Coach Cacing- sangat di bawah ekspektasi. Jamarr mencetak 10 poin dan 6 rebound, sementara McKinney 13 poin dan 9 rebound.

“Di awal menggunakan pemain asing, saya berbicara dengan pemain asing saya. Saya kasih dia target A, B, C, D. Kalau tidak bisa, ya harus dipaksakan. Kadang tercapai, kadang tidak. Setidaknya saya sudah kasih kesempatan, tapi saya rasa kebanyakan tidak berada di (level) performa yang saya harapkan,” tambah Coach Cacing.

Hingga akhir Seri 2, performa para pemain asing di setiap tim IBL mulai terlihat jelas. Beberapa sangat membantu tim, beberapa lagi tampaknya tidak sejalan harapan. Kondisi yang dirasakan Wahyu juga secara tidak langsung dirasakan pula oleh A.F. Rinaldo, kepala pelatih W.88 Aspac Jakarta.

Menghadapi Pelita Jaya EMP Jakarta di laga sebelumnya, Aspac berhasil menang dengan kedudukan tipis 68-65. Pada laga tersebut, pemain baru Aspac yang berasal dari Stadium Abraham Damar Grahita menjadi pengumpul angka terbanyak dengan 24 poin. Dua pemain asing Aspac, Anthony Hargroves Jr. dan Pierre Henderson masing-masing menyumbang poin seadanya. Hanya masing-masing 4 poin saja. Pierre sedikit lebih baik dengan tambahan 15 rebound. Anthony hanya 1 rebound.

Sadar akan kondisi dua pemain asingnya, A.F. Rinaldo memiliki skenario khusus bagi mereka. Para pemain asing harus lebih banyak berperan di sektor pertahanan. Mereka diberi “kelonggaran” untuk tidak terlalu ambil pusing mengenai usaha menambah poin.

“Sektor pertahanan adalah kelemahan kami. Itu yang saya minta khusus kepada Pierre. Untuk skor, biar pemain lokal saja. Kalau ini berjalan, para pemain lokal bisa lebih siap nanti di playoff,” kata pelatih yang kita kenal dengan panggilan Coach Inal ini.

Bila CLS Knights dan Aspac membungkus kemenangan dengan performa pemain asing di bawah ekspektasi, JNE Siliwangi Bandung justru belum sama sekali mendapat buah manis atas kehadiran dua pemain asing mereka. Di hari kedua Seri 2, menghadapi Pacific Caesar Surabaya yang memiliki duet dinamis Kevin Loiselle dan David Seagers, Siliwangi kalah 62-68. Dua pemain asing yang memperkuat Siliwangi, Chris Brand dan Danny Trap hanya menyumbang total 17 poin saja.

Kondisi yang dihadapi beberapa tim dengan performa para pemain asingnya bukan tanpa solusi. Dalam aturan liga, tim-tim boleh mengganti mereka di pertengahan musim nanti (akhir Seri 4). Artinya, CLS Knights, Siliwangi, Aspac atau tim-tim lainnya boleh mengganti pemain asing di pertengahan musim nanti.

“Waktu saya datang ke CLS dulu, semua bilang bahwa tim ini sangat kuat ikatan kekeluargaannya. Saya hormati itu. Tetapi basket ini juga bisnis. Ada sisi profesionalismenya. Setiap pemain dituntut untuk memberikan sesuatu kepada tim. Di akhir musim ketika target tidak tercapai, entah saya atau pemain itu yang harus pergi,” tegas Wahyu.

Satu pertandingan lain di hari kedua Seri 2 adalah Hangtuah Sumsel melawan NSH Jakarta. Dari penampilan keduanya, sulit mengatakan dua pemain asing mereka tidak memberi kontribusi. Para pemain asing di dua tim ini bahkan boleh jadi sangat mengangkat kualitas tim masing-masing. Sayangnya, pemain andalan NSH Gary Jacobs Jr. harus keluar di kuarter empat karena cedera pergelangan kaki. Kondisi ini membuat NSH keteteran.

Sebelum keluar lapangan, Gary sudah mencetak 28 angka. Rekan satu timnya Nate Barfield menambah 27 poin. Di Hangtuah, JaJuan Smith kembali spektakuler dengan 30 poin. Andre Smith garang dengan 12 poin dan 21 rebound.

“Kecuali SM (Satria Muda), kalau pemain asing bagus, timnya akan ikut bagus,” kata Mayckel Ferdinandus, kepala pelatih NSH Jakarta.

Rujukan “Kecuali SM” tidak berarti bahwa tim tersebut memiliki dua pemain asing yang tidak mengangkat level permainan timnya. Sebaliknya, menurut pelatih yang dikenal dengan Coach Inyo ini, Satria Muda adalah tim dengan pemain-pemain asing bagus yang melengkapi para pemain lokal yang memang sudah bagus.

Fot: Hari Purwanto


Tinggalkan komentar