Don't Show Again Yes, I would!

DBL Indonesia Kirim Wakil ke Program Kerja Sama Sport Diplomacy AS-Indonesia, Berita DBL

DBL Indonesia terus dipercaya terlihat dalam aktivitas pengembangan olahraga di Indonesia. Terbaru, perwakilan DBL Indonesia mendapat kesempatan berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti program kerja sama Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dengan Indonesia. Program itu bertajuk ‘Indonesia Sport Visitor Program’.

Program ‘Indonesia Sport Visitor Program’ berlangsung sejak 19 Februari hingga 3 Maret 2024. Program ini bertujuan untuk pemberdayaan generasi muda dalam mengembangkan kemampuan menyelenggarakan event olahraga.

Baca juga: GM DBL Indonesia Ikuti FIBA Asia Cup 2025 Games Director Workshop di Qatar



Ada 14 wakil Indonesia yang berangkat ke Amerika Serikat untuk menimba ilmu. DBL Indonesia diwakili oleh Yondang Tubangkit. Ia merupakan general manager di DBL Indonesia.

Di sana, Yondang bersama 13 peserta lainnya menghadiri workshop, kelas, hingga belajar langsung dari ahlinya di lapangan.

Secara umum, program ini berisi materi tentang manajemen event olahraga, pengelolaan massa, hingga membangun hubungan yang langgeng dan komitmen antara akar rumput (peserta) dengan pemerintah, serta stakeholder.

Salah satu yang dipelajari Yondang dan delegasi Indonesia adalah betapa masifnya College Sports di Amerika. Ilmu itu didapat dari Joshua Rebholz, Athletic Director University of California (UCLA).

“Joshua menceritakan betapa masifnya College Sports di Amerika. Pendapatan dari dua major sports mereka, Football dan Basketball bahkan bisa membiayai pengembangan 23 cabor lain di kampusnya,” cerita Yondang ketika menghadiri kelas di hari pertama Indonesia Sport Visitor Program.

Baca juga: GM DBL Indonesia Dipercaya Jadi LOC Manager FIBA World Cup 2023

Yondang juga sempat mengikuti tour ke Museum Hall of Fame UCLA dan Pauley Pavillion Stadion, kandang UCLA Bruins.

“Kita juga dikenalkan PeacePlayers Los Angeles, organisasi nirlaba yang menanamkan core values baik lewat latihan basket. Anak-anak usia 7 sampai 15 tahun yang kurang mampu bisa menikmati ilmu secara super murah di fasilitas yang memadai,” tutur Yondang.

Indonesia Sport Visitor Program sendiri dijadwalkan akan berjalan di dua tempat. Tanggal 19 sampai 25 Februari, seluruh peserta akan belajar di Los Angeles, California.

Sebelum akhirnya mereka akan bergeser ke Seattle, Washington State, di tanggal 25 Februari hingga 3 Maret untuk belajar tentang manajemen pertandingan dari ahlinya langsung.

Sebelumnya, Yondang Tubangkit juga mendapatkan kesempatan ditunjuk menjadi LOC Competition Manager di FIBA World Cup 2023. Kesempatan yang tak kalah berharga didapat Yondang ketika ia didapuk mengikuti FIBA Asia Cup 2025 Qualifiers Games Director Workshop di Qatar.(ren)


Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *