Tiga Hal Ini Yang Dituntut Pendemo Dari FSB NIKEUBA KSBSI Garut ke Bupati Garut

Garut, pojokberita.co.id,- Federasi Serikat Buruh Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan dan Aneka Industri Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB NIKEUBA KSBSI) Kabupaten Garut mendatangi Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Garut, Jawa Barat, Selasa (22/11).

FSB NIKEUBA KSBSI Kabupaten Garut yang diwakili oleh sebagian anggotanya bergerak ke kantor Bupati Garut untuk menyuarakan kekecewaan terhadap pemerintah yang selama ini dinilai lebih fokus memperhatikan kesejahteraan dan kenyamanan berusaha para pengusaha.

FSB NIKEUBA KSBSI Kabupaten Garut menilai seharusnya Pemerintah mempunyai peranan penting dalam mensejahterakan serta memberikan kenyamanan bekerja terhadap buruh dan masyarakatnya.

Ketua FSB NIKEUBA KSBSI Kabupaten Garut Christian Kangae Keytimu yang ditemui usai audensi menyatakan, ada tiga tuntutan pada aksi mereka pada hari ini.

1.Menolak upah murah dan menuntut kenaikan upah minimum kabupaten garut tahun 2023 sebesar lebih dari 10% tepatnya 12% atau yang upah minimum sebelumnya Rp.1.975.220 menjadi Rp.2.212.246 berdasarkan hasil dari formula permenaker no.18 tahun 2022 yang baru di terbitkan oleh menaker RI.

2.Berikan semua hak-hak buruh garut.

3.Tindak tegas pengusaha yang tidak menjalankan aturan ketenagakerjaan.

“Kami seluruh buruh di kabupaten garut sangat berharap Pemkab dapat bersikap adil dan memperhatikan nasib para buruh,” ujar Christian.

Christian juga mengatakan, hal ini dimaksudkan agar terciptanya hubungan yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sehingga akan membuat buruh sejahtera, pengusaha berlaba dan pemerintah berwibawa.(***)

Related posts