Terungkap !, Di Kabupaten Garut, Ada 1200 Data DTKS Tidak Valid,

  • Whatsapp
banner 468x60

Garut, Pojokberita.co.id.,- Penyampaian aspirasi dari Forum Masyarakat Garut Menggugat (FMGM) dan pengaduan masyarakat mengenai PPKM darurat yang dirasakan sangat menyengsarakan rakyat, dan juga bantuan bantuan pemerintah pusat dan daerah yang di salurkan tidak merata, berlangsung di Pendopo alot dan panjang, Kamis (22/07).

“Ada tumpang tindih penerima, sehingga ada 1200 data DTKS yang tidak valid, di tambah lagi ada temuan 7000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sampai hari ini belum terealisasi, juga ada indikasi pemengang kartu oleh ketua kelompok dan pendamping, hal ini sangat menyengsarakan rakyat di tengah pandemi dan PPKM,” ujar salah seorang peserta audiens Boy Sofyan, saat dimintai tanggapannya melalui sambungan seluler.

Muat Lebih

banner 300250

Selain itu menurut Boy, dari berbagai LSM yang ikut serta dalam FMGM menyampaikan juga Penolakan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia Khususnya di kabupaten Garut. “Disampaikan pula pada audiensi ini, penolakan terkait TKA, serta permasalahan lainnya yang terjadi akibat dari PPKM ini,” ujar Boy.

Menurut Boy, pada kesempatan tersebut Bupati Garut H. Rudy Gunawan, SH., M.H., M.P. memberikan pernyataan, penyekatan di wilayah kota akan dibuka, dan berjanji untuk memberikan bantuan langsung sebesar Rp. 250 ribu untuk satu kepala keluarga terdampak PPKM.

“Data masuk melalui sistem yg di sediakan hanya kurang lebih 60 orang, dan ini sangat di sayangkan, Pemda Garut sudah menyediakan sistem laporan bagi masyarakat yang terkena dampak, oleh karena itu Pak Bupati meminta bantuan kepada LSM yang ikut dalam aundensi membantu pendataan sampai dengan bulan juli 2021,” imbuh nya.

Lanjut dikatakan Boy, Koordinator Audiensi bersedia membatu Pemerintah dengan memberikan data-data validasi sesuai di lapangan sekaligus akan mengawasi penyaluran bantuan tersebut. (Joe).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60