Terkuak, Alasan HMI Garut Gelar Aksi Unjuk Rasa Dan Bakar Ban Di Kantor Disdik.

Garut, Pojokberita.co.id,- Buntut dari kekecewaan terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut yang dinilai selalu mangkir dalam audiensi yang diusung Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut berbuah aksi unjuk rasa pada Selasa (11/10) lalu.

Aksi unjuk rasa yang diwarnai pembakaran ban di depan halaman Kantor Disdik Garut, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat tersebut mendapat kawalan dari TNI dan Polri.

Read More

Ketua HMI Cabang Garut, Sulton Hidayatullah yang dikonfirmasi melalui sambungan selulernya membeberkan, terkait alasan unjuk rasa yang di gelarnya, Jumat (14/10).

“Hari Selasa lalu kita menggelar Aksi di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut karena ada hal yang menurut kita perlu disikapi secepatnya,” beber Sulton.

Menurut Sulton setidaknya ada tiga poin yang disikapi, pertama Pelayanan Publik yang buruk karna sampai empat kali HMI melayangkan surat audiensi ke Disdik Garut tidak pernah ada surat balasan.

“Dua kali kita audensi itupun bukan Kadis yang menerima kita, beliau belum pernah menemui kita, ini sangat bertentangan dengan Undang-Undang No 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ketua HMI Garut menyebutkan, kedatangan mereka terkait dengan laporan masyarakat tentang Penyelewengan dan Pungutan Liar Program Indonesia Pintar (PIP) dan Biaya Oprasional Sekolah (BOS).

“Beberapa pekan kemarin kita menyebarkan angket kepada masyarakat untuk mengecek sejauh mana Sekolah-sekolah menggunakan Dana Bos, dan ternyata hasilnya sangat jauh dari harapan,” sebutnya.

Tidak hanya itu, Sulton juga menyebutkan, pungutan liar dalam PIP sangat bertentangan dengan Permendikbud RI Nomor 44 Tahun 2019 TentangPenerimaan Peserta Didik Baru
Pada TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

Sikap Kadisdik yang dianggap tidak kooperatif, maka HMI Cabang Garut akan langsung menemui Bupati Garut, guna membicarakan persoalan ini. (***).

Related posts