Sukeskan Program Eliminasi TB 2030, Ini Upaya Puskesmas Banjar 3 Kota Banjar

  • Whatsapp
banner 468x60

KOTA BANJAR, Pojokberita.co.id – Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Banjar 3, yang berada di Jl. Kapten Jamhur No.103. A, Mekarsari, Kec. Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, mendukung program pemerintah dalam eliminasi TB pada tahun 2030. Salah satunya dengan memberikan layanan terbaik pada penyintas TBC yang ada di wilayah kerja PKM Banjar 3.

Dalam setiap melakukan pemeriksaan pasien yang diduga menderita TB, Puskemas Banjar 3 melakukannya sesuai dengan SOP nasional. Yang mana mendengar keluhan terlebih dahulu dari pasien, misalnya pasien mengalami batuk kurang lebih selama 14 hari, nafsu makan berkurang, keluar keringat pada malam hari, berat badan menurun serta melakukan pengecekan dahak. Hal tersebut diungkapkan Kepala Puskesmas Banjar 3, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, dr. Sari Wahyu, Jum’at (29/6/2022).

Muat Lebih

banner 300250

Dikatakan Sari, setiap melakukan screening terhadap pasien yang diduga kena TBC, langsung dilakukan pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA) di laboratorium dan bisa menunggu hasilnya keesokan harinya. Kalau memang dalam pemeriksaan BTA dinyatakan positif TB, pasien harus melakukan terapi selama 6 bulan, dengan mengkonsumsi obat secara terus menerus tidak boleh terputus.

“Pengobatan pasien yang poisitif, dilakukan selama 6 bulan. Serta pasien juga harus taat pada aturan dokter dalam mengkonsumsi obat untuk penyembuhan TB,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk terapi pasien TB tidak boleh putus harus mengikuti anjuran dokter. “Nah, kalau dalam terapi tidak berkesinambungan dan mengalmi putus ditakutkan pasien tersebut DO masuk kategori 2 dan harus melakukan terapi selama 8 bulan dengan terapi suntik selama 60 kali,” tambah Sari.

Sari juga menghimbau pada seluruh masyarakat, kalau penyakit TBC mitos di masyarakat itu penyakit keturunan padahal bukan. TBC itu penyakit yang didapat. Serta penularannya melalui udara dan bercikan dahan dan bersin.

“Jadi keluarga tidak mesti memisahkan gelas, piring dan lain-lain. Karena penulran TBC itu melalui udara atau bahasa medis droplet. Bagi pasien yang dinyatakan TBC tidak ada pantangan makanan, hanya saja tidak boleh merokok,” ujarnya.

Dalam upaya mensukseskan program pemerintah, PKM Banjar 3 juga, secara sarana dan prasarana sudah mencukupi. Baik sudah memiliki analis yang sudah mengikuti pelatihan serta obat-obatan yang disuplai dari pihak Dinas Kesehatan Kota Banjar. Katanya.

Adapun capaian cakupan SPM tahun 2021, PKM Banjar memiliki target 157 dengan hasil 131 sehingga cakupan mencapai 83,4%. Cakupan tersebut sama dengan tahun 2022 ini.

“Kita terus kampanyekan TOS (Temukan Obati Sampai Sembuh) untuk program TB ini pada masyarakat,” pungkasnya.(***)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60