Sekolah Tahan Ijazah, Pelanggaran HAM.

  • Whatsapp
banner 468x60

Garut, Pojokberita.co.id,- Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Garut bersama LSM Penjara DPC Kabupaten Garut menggelar Audensi Terbuka di Gedung Dewan, Jalan Patriot. Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Senin (12/09).

Audensi Terbuka yang diterima Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Garut Tatang Sumirat menghadirkan para pihak yang terdiri dari Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah XI Drs. Aang Karyana bersama jajarannya, para kepala Sekolah serta para orang tua alumni berbagai sekolah.

Muat Lebih

banner 300250

Sekertaris Distrik (Sekdis) GMBI Garut Dian Alamsyah yang bertindak sebagai Koordinator Audensi menegaskan pihaknya menekankan masih maraknya penahanan Ijazah yang dilakukan oleh SMA/SMK di Kabupaten Garut.

“Sehingga kami ada di ruang Paripurna ini untuk mencari solusi dan bukan mencari kambing hitam atas persoalan penahanan ijazah yang dilakukan baik oleh sekolah negeri maupun swasta,” tegasnya.

Dian menyebutkan penahanan ijazah oleh sekolah dengan alasan apapun termasuk pada kategori Pelanggaran HAM, sebab menurut nya hal itu dapat menyebabkan terganggunya hak- hak dasar seseorang.

Dilain pihak Ketua LSM Penjara Kusep Kuswandi menyoroti beberapa Sekolah setara SLTA yang belum mendapat izin namun telah melakukan proses belajar mengajar.

“Data-data nya ada koq, ini mestinya mendapat perhatian dari kalangan penyelenggara pendidikan, kasian anak-anak didiknya, harus diselamatkan dari praktik semacam ini,” ujarnya.

Pada audensi kali ini didapat 10 point kesepakatan dan mempertegas kembali keinginan para pengusung Audensi ini agara tidak pernah lagi ada penahanan ijazah. GMBI sendiri telah membuka ruang Pengaduan Masyarakat (Dumas). (***).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60