Resmikan Pertashop Cikajang, Pertamina Lebih Dekat Dengan Masyarakat

  • Whatsapp
banner 468x60

Laporan Wartawan Pojokberita.co.id : Tresyana***

 

GARUT, Pojokberita.co.id – PT Pertamina bersama Hiswana Migas Garut meresmikan Pertashop di Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Rabu (3/3/2021). “Pertashop di lokasi tersebut merupakan yang ke-7 dari target 50 unit Pertashop yang akan dibangun di Kabupaten Garut,” kata Risal Arsyad, SBM Rayon V Bandung PT Pertamina wilayah Garut.

Dikatakan Risal, dibangunnya Pertashop tersebut, mendekatkan masyarakat untuk mendapatkan BBM dengan kualitas, kuantitas dan harga yang sama dengan di SPBU. Karena itu Pertashop banyak dibangun di daerah pedesaan yang memang jauh dari SPBU, jelasnya.

“Keberadaan Pertashop diharapakan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar jika ingin bermitra dengan Pertashop, seperti Pertamini,” terang Risal.

Dijelaskan Risal, bahwa produk yang dijual di Pertashop, adalah BBM jenis Pertamax, bright gas dan pelumas produk PT Pertamina, jenis non subsidi. “Sasarannya memang desa-desa, karena untuk mendekatkan masyarakat yang belum mendapatkan BBM secara langsung,” ujar Risal, usai peresmian Pertashop.

Dengan kehadiran Pertashop ini, lanjut Risal, masyarakat nantinya akan banyak pilihan untuk membeli yang lebih dekat dan sesuai harganya. Kemudian bagi masyarakat yang berminat menjadi mitra Pertashop, bisa menghubungi Hiswana Migas atau langsung menghubungi PT Pertamina, tuturnya.

Sementara itu Humas Hiswana Migas Garut, Evi Hartaz Alvian mengucapkan syukur dan selamat atas berdirinya Pertashop ke-7 di Kabupaten Garut. ‘Keberadaan Pertashop ini akan sangat membantu bagi masyarakat. Bukan hanya konsumen langsung, melainkan para pengecer Pertamini pun akan sangat terbuka dilayani ketika mereka ingin belanja ke Pertahop,” kata dia.

Menurut Evi, kehadiran Pertashop tidak akan mematikan usaha kecil seperti Pertamini, justru sangat membantu. Selain itu Evi juga menjelaskan bahwa Pertashop ini awalnya merupakan nota kesepakatan antara Kemendagri dengan Pertamina. Tujuannya adalah untuk menyebarkan energi ke seluruh pelosok negeri dengan satu harga (harga SPBU).

“Pertashop ini merupakan usaha mikro. Sedangkan kalau usaha mikro menurut saya, izinnya cukup di IUMK yang diterbitkan kecamatan dengan dasar SKU,” ujar Evi.

Namun demikian, Evi juga kurang begitu paham karena selama ini banyak masukan dari Pemerintah Kabupaten Garut, agar Pertashop ini dibuat surat izinnya. Jika harus demikian, Evi-pun mempertanyakan klasifikasi izinnya itu harus kategori SPBU atau apa?.

“Karena Nota kesepakatan Kemendagri sendiri menyatakan bahwa Pertashop ini merupakan usaha mikro, bukan usaha skala besar seperti SPBU,” tukasnya.

Kemudian jika harus dibuat izin IMB, Pertashop ini sifatnya hanya modular yang keberadaan mesinnya itu bukan ditanam dan bukan dibangun, tetapi hanya disimpan di atas landasan. Hal ini perlu didalami lagi, antara nota kesepakatan Kemendagri itu dengan aturan Pemerintah Daerah, yang tidak singkron, pungkasnya. (*)

 

Editor : Rony***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60