Pelita Jaya Ingin Kembali ke Final (Semifinal IBL 2017), Berita IBL

Dua musim terakhir (NBL Indonesia 2014-15 dan IBL 2017), Pelita Jaya EMP Jakarta dirundung kesedihan. Mereka berhasil mencapai laga final, namun gagal jadi juara. Musim ini, Pelita Jaya ingin kembali mencapai babak final agar mereka bisa meraih gelar juara yang selama ini sudah jadi target utama. Sebelum itu terwujud, Ponsianus “Komink” Nyoman Indrawan harus berhadapan dengan Aspac Jakarta di semifinal, akhir pekan ini.

Laga semifinal Divisi Putih akan berlangsung pada 27, 29 dan 30 (bila diperlukan) April 2017 di C-Tra Arena Bandung. Seperti semifinal sebelumnya, kedua tim akan menjalani laga dengan format best-of-three. Tim yang merebut dua kemenangan akan melaju ke final menghadapi Satria Muda Pertamina Jakarta.

Perjalanan Pelita Jaya di IBL 2017 tak semulus Satria Muda di Divisi Merah. Sebab persaingan di Divisi Putih terasa lebih ketat. Pelita Jaya bahkan harus menerima 4 kekalahan dari 15 laga musim reguler. Dengan 11 kemenangan, Pelita Jaya tetap ada di puncak klasemen sementara Divisi Putih.

Dari catatan statistik, Pelita Jaya adalah tim paling perkasa di paint area. Persentase dua poin Pelita Jaya mencapai 46 persen atau tertinggi di liga. Akurasi keseluruhan (FG) tim ini juga yang terbaik di liga (41 persen). Mereka juga masuk urutan kelima pencetak poin terbanyak di liga dengan rata-rata 74,6 poin per laga serta peringkat dua untuk rebound (17,4 rebound per pertandingan).

Irving PJE

Pelita Jaya di awal musim sedikit terseok-seok. Mereka jadi salah satu tim yang akhirnya mengganti pemain asing. Pelita Jaya di awal memakai jasa Winston Grays yang berposisi sebagai point guard. Di tengah musim ia diganti oleh Martavious Irving. Pergantian tersebut cukup sukses, lantaran Irving akhirnya bisa bermain sesuai yang diinginkan kepala pelatih Pelita Jaya, Johannis Winar.

Laga kontra Aspac di semifinal akan berlangsung sengit. Mengingat kedua tim berbagi poin sama di musim reguler alias seri. Aspac menang 68-65 di Seri 2 Jakarta (5 Februari 2017), dan Pelita Jaya membalas dengan kemenangan 71-60, di Seri 6 Jakarta (4 Maret 2017).

Pelita Jaya punya rekor yang bagus atas Aspac di IBL 2016. Mereka memulangkan Aspac di semifinal IBL 2016. Saat itu, Pelita Jaya unggul 76-55 di pertandingan pertama, dan kembali meraih kemenangan 60-58 di laga kedua.

Tentang persiapan, Pelita Jaya sudah berlatih dengan keras jelang semifinal ini. Bahkan mereka sempat beruji tanding di Malaysia. Coach Johannis Winar tampak percaya diri dengan anak asuhnya.

“Sejauh ini persiapan yang kami lakukan sangat bagus. Semua pemain dalam kondisi fit dan tidak ada pemain yang cedera,” ucap Coach Ahang, sapaan akrabnya.

Sementara itu soal kekuatan Aspac, Coach Ahang tak banyak berkomentar. Hanya saja mereka harus mempersiapkan barisan bigman, lantaran Kore tak bisa diturunkan di pertandingan pertama. Ini karena Kore White masih menjalani larangan bertanding karena dirinya terlibat insiden dengan Mei Joni (Hangtuah Sumsel) di musim reguler.

“Saya rasa tidak ada perbedaan skenario di playoff, sama seperti musim reguler. Kami akan menyiapkan seluruh pemain, termasuk semua center untuk mengisi tempat Kore,” ungkapnya. “Lawan kami, Aspac itu tim bagus dan kuat. Saya rasa pertandingan nanti akan ketat.”

Bagi Pelita Jaya, meski bermain tanpa Kore White, mereka masih punya stok bigman yang melimpah. Ada Dwi Haryoko, Tri Hartanto, Komink, dan kabarnya Adhi Pratama juga sudah kembali dari cederanya.

Foto: Hari Purwanto


Tinggalkan komentar