Pelita Jaya dan Satria Muda Berkuasa di Area Kunci, Berita IBL

Dua finalis IBL 2017-2018 pamer keperkasaan di area kunci. Pada penampilan pertamanya di Turnamen Pra-Musim IBL 2018-2019, Pelita Jaya Basketball Club menundukkan Pacific Caesar Surabaya dengan skor 83-36, kemudian Satria Muda Pertamina Jakarta menang 73-50 atas Garuda Bandung. Kedua tim sama-sama mengandalkan barisan orang besar (big man) di pertandingan tersebut.

Pacific Caesar terlihat kewalahan ketika tak mampu mengantisipasi pergerakan Adhi Pratama Prasetyo Putra. Senter Pelita Jaya itu mengoleksi 18 poin selama 19 menit. Ketika Adhi beristirahat, Pelita Jaya punya banyak pemain yang bisa menggantikannya, seperti Valentino Wuwungan dan Tri Hartanto. Sedangkan Pacific Caesar hanya punya M. Wardana dan Hardian Wicaksono yang bergantian mengawal area cat (paint area).

Statistik mencatat, Pelita Jaya memasukkan 30 poin dari area kunci, mereka juga mampu mengumpulkan 58 rebound. Poin dari kesempatan kedua berjumlah 17 poin, lalu mereka juga membuat 24 asis di laga ini. Tidak hanya itu, Pelita Jaya membuat 12 tripoin dari 23 percobaan. Respati Ragil Pamungkas mencetak 16 poin termasuk 4 tripoin dari 6 percobaan. Kemudian Amin Prihantono mengumpulkan 14 poin termasuk 4 dari 5 percobaan tripoin.

Pacific Caesar kali ini bermasalah dengan akurasi tembakan (field goals). Mereka hanya membuat 14 dari 60 percobaan. Catatan ini kurang bagus, mengingat mereka sebenarnya punya kesempatan untuk menembus pertahanan Pelita Jaya. Hanya saja kurang tenang dalam penyelesaian akhir.

“Hari ini saya memberik kesempatan pada pemain junior dan ruki. Memang saya ingin unggul lebih dulu. Baru setelah itu mencoba pemain muda. Menurut saya, pemain muda Pelita Jaya cukup bagus. Mereka bisa menunjukkan penampilan terbaik bila diberi kesempatan. Untuk itu di turnamen ini, waktunya mereka yang tampil,” komentar Johannis Winar, kepala pelatih Pelita Jaya.

Di laga kedua hari ini, Senin, 15 Oktober 2018, Satria Muda berhasil menundukkan Garuda dengan skor akhir 73-50. Satria Muda juga memaksimalkan keunggulan barisan orang besar untuk memenangkan pertandingan.

Ternyata mereka punya misi khusus, yaitu mencari sosok pengganti Christian Ronaldo Sitepu yang sudah tidak lagi memperkuat Satria Muda. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelatih Youbel Sondakh seusai laga. Menurutnya, beberapa pemain harus bisa menggantikan peran yang ditinggalkan Dodo.

“Saya sebenarnya memantau perkembangan pemain saya. Lebih tepatnya beberapa pemain yang akan menggantikan peran Dodo. Jadi saya memberikan mereka kesempatan untuk improve. Siapa yang bisa, tentu akan kami lihat di sepanjang turnamen ini,” ucap Youbel.

Satria Muda tampil dengan strategi mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya di area kunci. Mereka berhasil mencetak 52 poin serta mengirimkan 29 asis. Sedangkan di sisi rebound, Satria Muda total merebut 50 rebound. M. Dhiya’ul Haq mencetak 18 poin termasuk satu slam dunk yang menghibur penonton. Kemudian ada M. Rizal Falconi yang mencetak 8 poin dan 12 rebound. Laurentius Steven Oei juga menyumbang 1- poin, lalu Juan Laurent Kokodiputra menyelesaikan laga dengan sumbangan 11 poin.

Strategi Satria Muda memperkuat area kunci bukan tanpa cela. Mereka membuat 27 turn over dan jumlah paling banyak dibuat oleh garda utama (point guard) seperti Christian Gunawan, Hardianus dan Audy Bagastyo yang masing-masing melakukan lima turn over. Ini menunjukkan bahwa penguasan bola pemain Satria Muda masih butuh perhatian lebih. Selain itu, Satria Muda hanya memasukkan 2 dari 13 percobaan tripoin.

“Ini yang jadi evaluasi kami. Turn over sampai 27 kali. Saya rasa ini yang harus dibenahi untuk pertandingan selanjutnya,” imbuh Youbel.

Di kubu Garuda, mereka tampak tidak siap dengan penjagaan ketat pemain Satria Muda. Kepala Pelatih Andre Yuwadi mengaku bahwa akurasi tembakan yang bagus di pertandingan sebelumnya karena pemainnya kurang penjagaan. Tapi saat melawan Satria Muda yang punya pertahanan bagus, Garuda kesulitan mencari celah. Menurutnya, pertandingan melawan tim seperti Satria Muda akan membuatnya mengerti apa kelemahan timnya.

Selanjutnya, Selasa, 16 Oktober 2018, Satria Muda berhadapan dengan Satya Wacana. Sedangkan Pelita Jaya akan mencoba kekuatan Stapac Jakarta.

Foto: Hariyanto


Tinggalkan komentar