Pedagang Pasar Tradisional Merugi Akibat Virus Corona

  • Whatsapp
Pedagang pasar tradisional Ciawitali Garut, Jawa Barat merugi akibat covid-19
banner 468x60

Laporan Wartawan Pojokberita.co.id : Roni Hidayat

GARUT, Pojokberita.co.id- Kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia, berdampak terhadap terjadinya penurunan daya beli masyarakat ke seluruh pasar tradisional di Kabupaten Garut, selain mereka takut tertular kebutuhan bahan pokok sudah mulai merangkak naik tajam.

Muat Lebih

banner 300250

Ketua Ikatawan Warga Pasar (IWAPA) Cikajang, Agus Fajar Tura, mengatakan, sejak ramainya pemberitaan virus corona, banyak para pedagang yang mengeluhkan terjadinya penurunan. Bahkan pengeluaran dan pemasukan tidak seimbang.

“Ya, hampir 40 persen terjadi penurunan. Baik yang jualan sayuran, sembako sampai dengan penjual buah-buahan. Bahkan ada pedagang yang satu hari sama sekali tidak ada pembelinya,” ujarnya.

Agus menuturkan, penurunan sangat tajam setelah adanya surat edaran yang di keluarkan oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan, yang melarang kerumanan.

“Seharusnya Pemkab Garut mencarikan solusi bukannya melarang kerumanan. Pasar merupakan salah satu pusat berkerumunnya pembeli dan pedagang. Entah sampai kapan hal ini terjadi,” katanya.

Selain terjadi di pedagang pasar tradisional, dampak corona juga berimbas terhadap para petani sayuran yang ada di Cikajang. Yang mana mereka sepi pesanan dari luar daerah.

“Sekarang sulit mendapatkan pesanan sayuran untuk di kirim ke Jakarta. Apalagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan melakukan lock down, jelas akan sulit untuk melakukan pengiriman,”

“Harga jahe semula 25 ribu sekarang 50ribu, selain itu untuk sayuran mengalami kelangkaan harus berbagi dengan penjual lain seperti wortel biasanya bisa 50 kilo sekarang bisa dapat cuma 10-20kilo adapun untuk harga pada naik meskipun tidak signifikan” Ujar dedi (74) penjual sayuran di pasar Ciawitali Garut, Minggu,(22/3/2020).

Selain itu menurut Dedi, setelah adanya imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk membatasi keluar rumah, sejak minggu terakhir pasar sepi pengunjung. “Kurang lebih satu minggu kebelakang pengunjung pasar semakin sepi hampir 40 sampai 50 persen, berkurang hal tersebut berdampak pada omset penjulan,” ucapnya.

Lain halnya dengan Bambang penjual sembako, mengaku, harus menekan harga yang mana untuk menarik pembeli meskipun ada kenaikan dari distributor.

“Saya beli dari dari distributor ada kenaikan, namun saya menjual dengan harga yang sama dikarnakan untuk menarik pembeli karna sudah minggu-minggu ini pembeli atau pengunjung pasar pun berkurang mungkin karna isu virus corona tersebut” ucap bambang.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60