Kental Nuansa Politik, Qoriah Terbaik Tingkat Jawa Barat Asal Garut Gagal Tampil Di MTQ Nasional

Garut, Pojokberita.co.id,- Kekecewaan terlihat dari raut muka pasangan suami isteri H. Ahmad Nasir (63) dan Hj Dede Tini.(60) warga kampung Pasirwangi, RT. 01, RW. 04 desa Pasir wangi, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut.

Masuk akal jika ke dua orang tua dari Siti Mutaali Rahmah, (14) yang merupakan qoriah tingkat 1 Provinsi Jawa Barat yang gagal tampil pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke 29, tingkat anak-anak di Banjarmasin Kalimantan Selatan dengan alasan yang tidak jelas.

Read More
H. Ahmad Nasir

Menurut H. Ahmad Nasir, yang diwawancarai di Sekretariat KLB, Jalan Cimanuk, Garut, putrinya yang sekarang berada di puncak prestasi dengan menyabet sejumlah juara di beberapa event juga juara 1 MTQ tingkat Jabar seharusnya punya peluang tampil di MTQ Nasional ke 29 ini, Rabu (12/10).

“Saya mendapat arahan dari Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Barat bahwa qariah tingkat anak-anak yang tampil dalam MTQ Nasional kali ini digantikan oleh juara 3 yang berasal dari Tasikmalaya,” ujarnya dengan nada kecewa.

Bagi ayahanda Siti Mutaali Rahmah yang tengah menimba ilmu di kelas 9, SMP Negeri 2 Garut keputusan mengganti anaknya yang jelas-jelas juara 1 Jawa Barat dengan juara 3 merupakan pukulan telak.

“Setelah anak saya dipastikan tidak bisa tampil pada peluang hari Kamis (13/10), kami langsung pesen tiket dengan biaya sendiri dan pulang dengan penuh kekecewaan,” katanya.

Hj. Dede Tini

Hal senada diungkapkan pula oleh ibunda Siti, Hj Dede Tini dengan tertunduk lesu dia menyebutkan belum dapat menerima kenyataan pahit ini.

“Kami bingung mesti mencari keadilan ke mana,?, ini pasti ada yang salah, pak Gubernur, pak Wakil Gubernur, Pak Ketua LPTQ Jabar tolong dong bersikap fair, jangan bunuh karakter anak kami,” ujarnya dengan berkaca-kaca.

Kasus ini ditanggapi serius oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) melalui Ketua nya H. Fazri Irawan yang akrab disapa H Ferry menyebutkan, pembatalan penampilan Siti Mutaali Rahmah sangat kental dengan nuansa politik.

“Kita menduga adanya kepentingan politik dari petinggi di pemangku kebijakan tingkat Provinsi, sehingga tega membunuh karakter yang jelas-jelas prestasinya dua tingkat diatas qori yang ditampilkan,” ujarnya.

H. Fery

H. Fery menegaskan dengan adanya kasus seperti ini sudah saatnya masyarakat Garut ýang perduli dengan nilai-nilai prestasi bersatu m, bangkit melawan ketidak adilan.

“Ananda Siti ini adalah asset daerah yang harus mendapat perhatian dari semua pihak, jika persoalan ini tidak ada titik temu, kami akan lakukan upaya hukum, jika perlu kita juga akan lakukan aksi turun ke jalan,” pungkasnya. (***).

Related posts