Kembali Longsor, Tim URC UPTD Pengelolaan Jalan Wipel V Sigap Menangani

  • Whatsapp
banner 468x60

Laporan Wartawan Pojokberita.co.id : Tommy***

 

Muat Lebih

banner 300250

TASIKMALAYA, Pojokberita.co.id – Hampir dipastikan setiap terjadi kerusakan jalan, seperti terjadinya bencana longsor pada ruas jalan provinsi di wilayah kerja Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD ) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan (Wipel) V. Maka tim Unit Reaksi Cepat (URC) UPTD Wipel V tersebut menjadi garda depan dalam penanganan jalan hingga pemeliharaan.

Seperti pada Kamis 28 Januari 2021 sekitar pukul 13.30 WIB, telah terjadi longsor pada wilayah batas Kabupaten Tasikmalaya – Garut atau jalan provinsi yang ada di ruas Tasikmalaya – Singaparna KM.BDG.83.200, tepatnya di Kampung Cikaso, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan adanya bencana longsor tersebut, tak pelak membuat tim URC KSP-1 UPTD Wipel V ini bekerja sigap, dengan menurunkan sejumlah alat berat guna kembali memuluskan ruas jalan provinsi yang tertimbun oleh material/tanah longsoran.

Dihubungi pojokberita.co.id sekitar pukul 17.00 WIB melalui telepon seluler, Kepala Satuan Pelayanan (KSP) 1, Yudi Ahmad mengatakan, kalau penanganan longsor di jalan provinsi dalam wilayah kerjanya tersebut telah dapat ditangani dalam beberapa jam saja.

Meski sebelumnya material longsoran sempat menutup badan jalan, namun dengan kesigapan tim yang ada, ruas jalan tersebut kini sudah dapat dilalui dari dua arah, kata Yudi, yang tengah berada di lokasi kejadian, Kamis (28/1/2021) sore.

“Alhamdulillah, dengan adanya tim yang setiap harinya stand by atau berada dilapangan, pihak kita selalu lebih cepat menerima informasi bila terjadi longsor di wilayah kerjanya. Termasuk dalam penanganannya,” ucap Yudi.

Lebih lanjut Yudi mengatakan, dengan seringnya terjadi bencana longsor di ruas jalan provinsi Tasikmalaya – Singaparna, tepatnya daerah perbatasan Kabupaten Tasikmalaya – Garut. Maka pihaknya tahun ini akan berupaya mengusulkan ke tingkat pusat dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jabar, untuk skala prioritas pembuatan tembok penahan tanah (TPT), ungkapnya.

“Ya, kami akan mengusulkan ke Dinas BMPR provinsi Jabar terkait pembuatan TPT, selain pekerjaan rutin yang setiap harinya dilakukan,” tambah Yudi. (*)

Editor: Rony***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60