Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah, Wabup Garut Kecewa Warga Tak Indahkan Social Distancing

  • Whatsapp
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman. (*)
banner 468x60

Laporan wartawan Pojokberita.co.id: Taufik

GARUT, Pojokberita.co,id – Wakil Bupati Garut Helmi Budiman kecewa sebab pencegahan COVID-19 di Garut lewat social distancing kurang efektif. Oleh karena itu ia menginginkan kebijakan yang lebih dari social dan pshysical distancing.

Muat Lebih

banner 300250

“Kalau bisa mengusulkan peningkatan. Akan kita bicarakan dengan Pak Bupati dan pak Gubernur,” katanya Rabu (29/4/2020).

Seperti diketahui, kasus positif di Garut hingga Rabu pagi ini sudah 10 kasus, belum lagi yang ODP dan PDP yang terus bertambah. Di sisi lain, jumlah pemudik dari zona merah pun terus meningkat.

Beberapa kali jajaran Pemkab Garut dibantu pihak kepolisian dan TNI mengingatkan agar warga diam di rumah untuk menghindari corona. Akan tetapi imbauan itu rupanya tak begitu diindahkan.

Ta hanya di pusat perkotaan, warga di sejumlah pedesaan pun tetap berkeliaran dengan tujuan tak jelas. Sementara itu, PKL dan para pedagang emperan makin marak terutama sore hari jelang waktu berbuka.

Kondisi ini sempat membuat Bupati Garut Rudy Gunawan kecewa. Ia pun berjanji akan mensosialisasikan kebijakan social distancing termasuk diam di rumah kepada warga.

Namun apalah artinya sebuah kebijakan jika hal itu bukan merupakan hukum yang mengikat, apalagi tak ada sanksi. Pihak pemerintah tak henti menyuarakan social distancing, kerumunan dan warga yang keluyuran tetap tak bisa dihentikan.

Akankah Garut mengajukan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB)? Kita lihat. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60