Imbas Corona, Ikan Pantai Selatan Garut Kini Hanya Andalkan Serapan Pasar Lokal

  • Whatsapp
Nelayan Pantai Santolo, Garut. (*)
banner 468x60

Laporan wartawan Pojokberita.co.id: Taufik R

GARUT, Pojokberita.co.id – Terimbas wabah Corona, sejumlah daerah yang selama ini menjadi pasar bagi ikan dari pantai selatan Garut, kini sudah banyak yang menghentikan pemesanan. Akibatnya, ikan hasil tangkapan para nelayan, sekarang hanya mengandalkan serapan lokal.

Muat Lebih

banner 300250

Kondisi ini dikhawatirkan membuat harga ikan laut dari pantai selatan jatuh karena kehilangan pasar, sehingga kehidupan nelayan juga terancam.

Sobri, pengepul ikan asal Pantai Taman Manalusu, Kecamatan Cikelet, Garut, mengatakan, sudah beberapa hari ini ia tak keluar Garut untuk memasarkan ikan tangkapan nelayan.

“Ini karena kegiatan pasar di kota-kota besar berkurang akibat wabah corona. Bahkan ada bandar di kota besar yang sekarang berhenti beroperasi sama sekali,” ujarnya, Senin (30/3/2020).

Sobri mengaku, sebelum wabah corona terjadi, ia biasanya menampung ikan hasil tangkapan nelayan lebih satu kwintal per hari dan langsung habis diserap pasar di kota.

“Namun sejak virus corona merebak, saya hanya mampu menjual paling banyak 10 kg per hari,” ujarnya.

Oleh karena itu, kini Sobri menghentikannya kegiatannya menampung dan memasarkan ikan ke kota.

“Kalau hanya bisa menjual 10 kg, lebih baik saya berhenti saja Pak, dan beralih ke kegiatan lain yang bisa mendatangkan penghasilan,” paparnya.

Sobri menambahkan, tak hanya dirinya saja yang kini berhenti menampung, tapi juga teman-temannya sesama pengepul ikan.

“Puluhan teman saya sesama pengepul ikan kini nasibnya sama seperti saya, mereka berhenti,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Garut, Yudi Nugraha Lasminingrat mengatakan, nasib nelayan pantai selatan Garut berikut para pengepulnya menjadi PR bagi semua pihak.

“Mereka harus bisa melalui krisis akibat wabah corona ini,” ujar Yudi.

Ditambahkannya, sekarang ini ikan hasil tangkapan dipasarkan langsung oleh nelayan ke konsumen, tak lagi lewat pengepul. Namun omzetnya tak sebesar sebelum wabah Covid-19.

Yudi khawatir, lambat laun pasar lokal pun akan jenuh sehingga pemesanan akan terus menurun. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60