Garut Masuk Level Hijau, Inilah Level Kewaspadaan Covid-19 27 Daerah di Jabar

  • Whatsapp
banner 468x60

Laporan wartawan Pojokberita.co.id: Taufik

BANDUNG, Pojokberita.co.id –Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan level kewaspadaan tingkat kabupaten dan kota di Jawa Barat setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) Jabar berakhir. Tingkat kewaspadaan tersebut diumumkan Gubernur di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (20/5/2020).

Muat Lebih

banner 300250

Menurut Ridwan Kamil, dari hasil penghitungan skor, daerah di Jawa Barat dibagi menjadi lima level yakni dari level 1 atau biru hingga level 5 atau hitam. Level hitam merupakan level kritis.

“Dan dari hasil penghitungan, level kewaspadaan daerah di Jawa Barat belum ada yang level 1 atau hijau, tapi juga tak ada yang sampai menyentuh level 5 atau hitam atau kritis. Daerah di Jabar berada di level 2 hingga 4,” jelas Ridwan Kamil.

Inilah level kewaspadaan daerah di Jawa Barat:

Level 4 atau merah: Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Cimahi.

Untuk daerah level merah, Ridwan Kamil menyarakankan agar melanjutkan pengetatan PSBB.

Level 3 atau kuning: Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Depok, dan kota Tasikmalaya.

“Daerah yang berada di level kuning bisa mencabut PSBB dan kembali mendorong aktivitas seperti biasa, namun dibarengi dengan kewaspadaan dan tidak ada kerumunan,” papar Ridwan Kamil.

Level 2 atau biru: Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sumedang, dan Kota Sukabumi.

Untuk daerah yang berada di level 2, Gubernur menyarankan sama dengan daerah di level 3. Ia menjelaskan, daerah di level iniĀ  bisa mendorong aktivitas 100 persen namun tetap dijaga agar tak ada kerumunan.

Menurut Ridwan Kamil, perhitungan level kewaspadaan ini memperhatikan delapan aspek yang dihitung per daerah sampai tingkat kelurahan atau desa.

Delapan aspek tersebut yakni laju pertambahan pasien dalam pengawasan (PDP), laju pertambahan orang dalam pemantauan (ODP), laju kesembuhan, laju kematian, laju reproduksi Covid-19, laju transmisi atau kontak indeks, laju pergerakan kemacetan dan lalu lintas, sampai risiko geografis.

Dari delapan aspek tersebut kemudian muncul skor untuk dikategorikan dalam lima level kewaspadaan. Skor terendah 8-11 poin masuk kategori level 5 atau kritis, yakni level warna hitam. Skor 12-14 maka masuk level 4, kewaspadaan warna merah. Skor 15-17 berada di level 3, yakni warna kuning atau cukup berat. Skor 18-20 berada di level 2 warna biru. Dan skor 21-24 masuk level 1 atau warna hijau. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60