Faces of Football – Surat untuk Timnas Iran Updated

Dear Tim nasional Iran,

Saya adalah penggemar dari tim nasional Iran dan sudah menjadi penggemar selama 30 tahun. Saya bisa mengatakan bahwa saya sudah menjadi penggemar selama 38 tahun, namun saya lahir pada tahun 1984 dan kala itu cukup yakin bahwa saya tidak mengetahui apa-apa soal sepakbola dan siapa itu Tim Melli.

Saya mencintai sepakbola, namun saya merasa lebih bangga menjadi penggemar Iran karena alasan yang lebih jauh  ketimbang kecintaan saya pada permainan indah itu sendiri.

Saya mengingat beberapa momen spesial yang terjadi di Tim Melli, namun satu hal yang paling saya ingat adalah gol penyeimbang yang dicetak Khodadad Azizi saat melawan Australia pada tahun 1997, saat kami lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 20 tahun. Saya menyaksikan pertandingan dengan keluarga dan takkan pernah melupakan kegembiraan yang saya rasakan saat gol tersebut tercipta.

Saya memang tak lagi tinggal di Iran, namun setiap saya menonton pertandingan, saya membayangkan orang tua dan saudara laki-laki saya juga menyaksikan pertandingan di sofa dan tempat yang berbeda, mendukung dan bersorak untuk pemain yang sama dengan yang saya dukung.

Dalam banyak hal, tim nasional Iran membuat saya tetap terhubung dengan negara dan keluarga saya.

Saat ini saya tinggal di Dublin, jadi saya memiliki kesempatan untuk menonton pertandingan di beberapa pub Irlandia yang ceria. Beberapa teman Irlandia saya juga akan menemani untuk menyaksikan pertandingan melawan Inggris dan Wales, itu akan menjadi waktu yang sangat menyenangkan! Saya pikir teman Irlandia saya akan mendukung Iran, terlebih di pertandingan kontra Inggris!

Iran diprediksi akan menampilkan performa yang bagus saat melawan Inggris. Beberapa penggemar juga percaya bahwa kami memiliki peluang yang besar untuk mengakhiri babak fase grup di posisi dua dan lolos ke babak 16 besar.

Taktik utama dari Tim Melli saat ini adalah kekompakan di lini pertahanan dan serangan balik cepat. Saya suka dengan keuletan dan kerja keras yang diperlihatkan oleh timnas Iran, dan di saat yang sama, saya juga menikmati bagaimana serangan yang dilakukan tim saat mereka kembali mendapatkan bola.

Pemain favorit saya, tidak perlu diragukan lagi, Sardar Azmoun. Setelah 10 tahun sukses berkarier di Liga Rusia, dia saat ini tengah membela Bayer Leverkusen. Dengan torehan 41 gol dari 65 pertandingan bersama Iran, dia akan menjadi pemain bintang kami musim dingin ini di Qatar.

Saya bangga mengatakan bahwa Iran memiliki penggemar yang vokal dan penuh semangat di Asia, kami juga dikenal dunia karena hal ini. Lagu pertama dan sepertinya menjadi lagu yang paling terkenal, saya masih ingat ketika menyanyikannya di stadion, adalah ‘Hamle, Hamle, Team e Iran, Gol Bezan Yalla Ghahreman’. Saya yakin lagu ini juga akan terdengar di setiap stadion di Qatar kala turnamen ini berlangsung.

Sekarang adalah momen unik dalam sejarah Iran. Kematian menyedihkan Mahsa Amini, seorang wanita berusia 22 tahun yang meninggal dalam keadaan mencurigakan setelah ditangkap oleh polisi moralitas, telah meninggalkan rasa pahit di sebagian besar mulut bangsa. Saat ini, Piala Dunia mungkin bukanlah mayoritas bagi sebagian penggemar, namun akan sangat bagus bagi tim nasional jika mereka membuat kami merasa bangga di Qatar.

Saya harap kalian semua sukses di Qatar!

 

Tinggalkan komentar