Enam Bulan Derita TBC Getah Bening, Aldo Zulfan Terbaring Di Rumah Tidak Layak Huni

  • Whatsapp
Aldo Zulfan Alamsyah (20) warga Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Garut, Jawa Barat, setelah dokter menyatakan penyakit Tuberkolosis (TBC) getah bening enam bulan yang lalu. Poto : Pembacaberita.com
banner 468x60

Editor : R. Taufiq Akbar

GARUT, Pojokberita.co.id – Tak berdaya dan berbaring setiap hari. Itulah yang dialami Aldo Zulfan Alamsyah (20) warga Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Garut, Jawa Barat, setelah dokter menyatakan penyakit Tuberkolosis (TBC) getah bening enam bulan yang lalu.

Muat Lebih

banner 300250

Aldo dan sang ibu Titin (40) tinggal berdua di sebuah rumah yang tidak layak huni, setelah suaminya puluhan tahun yang lalu meninggal dunia. Hidupnya sudah pasrah, kini kondisinya badannya terus mengecil.

“Awalnya sekitar tahun 2022, terdapat benjolan kecil ditubuh Aldo pada bagian perut. Kemudian benjolan tersebut pecah dan saat ini berlubang. Sudah dioperasi di Rumah Sakit,” ujar Titin, Kamis (26/5/2022).

Dikatakan Titin, kondisinya saat ini lubang tersebut makin membesar termasuk tulang punggung terjadi patah, akibat penyakit yang dideritanya. Sehingga sudah lagi tidak bisa berdiri dan berjalan kaki.

“Setiap hari sudah terbaring. Badannya terus mengecil,” ucapnya.

Titin mengaku, melihat kondisi anaknya yang terus memburuk, hanya bisa berserah diri dan terus berdoa agar mendapatkan kesembuhan bagi anaknya.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PDIP, yang juga Ketua DPC PDIP Garut, Yudha Puja Turnawan, langsung bergerak dan melihat kondis Aldu Zulfan yang sedang terbaring atas penyakit yang dideritanya.

“Saya mendengar dari pemberitaan online, kalau ada penderita TBC getah bening dan kondisinya sudah sangat memperihatinkan,” ucapnya.

Yudha saat sampai langsung meneteskan air mata, selain melihat Aldo yang sudah terbaring lemas, melihat kondidi rumahnya pun sudah tidak layak dihuni.

“Rumahnya sudah tidak sehat, tidak ada pentilasi udara, sehinnga tidak ada udara yang masuk. Seharusnya untuk penderita TBC udara harus masuk dan rumah yang layak,” ucap Yudha.

Yudah menuturkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak RS dr. Slamet Garut, agar penderita TBC ini mendapatkan perawatan yang maksimal. “Sudah harus dirawat secara intensif kalau kondisinya sudah seperti ini.

“Ini harus berobat secara teratur dan intensif mendapatkan perawatan dari medis,” cetusnya.

Laporan Wartawan : Roni Hidayat

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60