Dampak Covid-19, APPSI Khawatir Terjadi Kelangkaan Sembako

  • Whatsapp
Ilustrasi pasar Ciawitali Garut. (Foto : tribunnews.com)
banner 468x60

Laporan Wartawan Pojokberita.co.id : Taufik R

 

Muat Lebih

banner 300250

 

GARUT, Pojokberita.co.id – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya kelangkaan bahan makanan pokok selama masa darurat Covid-19, yang terjadi di Indonesia. Terlebih sekarang ini akibat serangan covid-19, banyak keluhan dari pedagang pasar tradisional dengan terjadinya penurunan daya beli masyarakat.

Ketua Umum APPSI, Fery Julianto mengungkapkan terkait pembelian minimum, persediaan gula putih dan bawang bombay di pasar tradisional dan eceran, dan diprediksi stok masih bisa untuk mencukupi kebutuhan hingga triwulan ke depan.

“Kalau secara umum bahan pokok penting dan bahan pokok yang ada di pasar, pasar rakyat dalam hal ini di luar retail yang Indomaret (atau) Alfamart yang seperti itu, relatif ada. Tetapi juga beberapa waktu yang lalu kalau ibu-ibu rumah tangga itu tahu persis bahwa gula pasir langka di pasaran,” tutur Ferry dalam diskusi di Jakarta.

Ferry juga meminta pemerintah untuk proses impor dan pendistribusian bahan makanan agar melalui BUMN. Hal tersebut untuk menghindari melonjaknya harga bahan makanan pokok.

Sementara Sekretaris DPD APPSI Kabupaten Garut, Yudi Setia Kurniawan, menilai adanya serangan virus corona atau covid-19, sangat berdampak terhadap perekonomian. Salah satunya terjadi di pasar tradisional.

“Memang terjadi penurunan daya beli masyarakat mencapai 40 persen, akibat covid-19. Saat ini di Kabupaten Garut pembeli juga sudah mulai di batasi dalam membeli sembilan bahan pokok (Sembako),” ucapnya.

Dikatakan Yudi, pedagang pasar tradisional yang ada di Kabupaten Garut sempat geruh dengan adanya isue akan ada penutupan aktivitas jual beli. Namun, hal tersebut sudah bisa di selesaikan dengan dikeluarkannya surat oleh setiap pengurus pasar tradisional yang ada di daerah.

“Pemerintah Kabupaten memang sudah mengeluarkan edaran tidak boleh ada kerumunan orang. Namun, untuk pasar tradisional itu tidak bisa berlaku, soalnya, pasar merupakan salah satu tempat yang menjadi pusat keramaian. Pemkab harus memberikan solusi bukannya ikut memperkeruh dengan adanya wabah corona,” tegas Yudi, Minggu (22/3/2020)

Ia mengaku, terus menerus mendapatkan keluhan dari para pedagang dengan terus terjadinya penurunan daya beli. “Bahaya juga kalau seperti ini, tidak menutup kemungkinan aktivitas perekonomian bisa lumpuh kalau pemerintah tidak cepat mengantisipasinya,” pungkasnya.(*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60