Bimsalabim, Desa Cisayong Sulap BLT Kemensos Rp.600 Ribu Jadi Sembako Bernilai Seratus Ribu

  • Whatsapp
banner 468x60

Laporan Wartawan Pojokberita.co.id : TN666

 

Muat Lebih

banner 300250

 

TASIKMALAYA, Pojokberita.co.id – Warga masyarakat Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat keluhkan bantuan sosial tunai (BST) terdampak Covid-19 dengan nilai sebesar Rp. 600 ribu yang bersumber dari Kemensos disulap menjadi sembako kurang lebih senilai Rp. 100 ribu.

Salah seorang warga Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa uang yang diterima dari pihak Pos langsung dimintai oleh Ketua RT, dengan dalih alasan pemerataan, jadi uang yang sudah diterima harus dikumpulkan ke pihak Desa Cisayong,” katanya, Kamis (28/5/2020).

“Ketika warga sudah menerima bansos sebesar Rp. 600 ribu itu, semua warga yang mendapatkan bansos dari Kemensos itu diwajibkan untuk menyetorkan uang haknya ke Ketua RT, dan uang hak saya itu langsung diganti dengan paket sembako kurang lebih senilai Rp. 100 ribu,” ujarnya.

Warga asli Cisayong itu mengaku tidak habis pikir, padahal itu uang hak penerima mamfaat, kok malah diganti dengan paket sembako yang nilainya jauh lebih murah,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gabungan Anak Jalanan (Gaza) Indonesia, Iim Imanulloh memandang bahwa bantuan langsung tunai (BLT) dari Kemensos sebesar Rp. 600 ribu yang telah disulap menjadi sembako bernilai kurang lebih Rp. 100 ribu tersebut patut dipertanyakan,” katanya, Kamis (28/5/2020).

“BLT yang bersumber dari Kemensos bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 yang diterima masyarakat kemudian diambil oleh para Ketua RT tersebut patut diduga adanya intimidasi dari pihak Pemerintah Desa Cisayong, apalagi diganti dengan paket sembako yang ditaksir kurang lebih senilai Rp. 100 ribu,” ujarnya.

Iim menilai bahwa seharusnya itu tidak dilakukan, apalagi uang Rp 600 ribu yang diambil RT dari penerima BLT Kemensos diserahkan ke Pemerintah Desa Cisayong berarti ada sebuah pelanggaran, karena bantuan tersebut harusnya utuh diterima oleh masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan terdampak Covid-19,” ungkapnya.

“Dengan ada berita acara yang tertulis kata Iim, itu sebagai bukti pihak Desa Cisayong telah melakukan intimidasi terhadap penerima BLT Kemensos dan juga supaya ada payung hukum yang seakan melegalkan pengambilan uang tersebut kemudian diganti dengan sembako.

Alangkah lebih baiknya atas dasar keikhlasan dan keridhoan penerima BLT Kemensos yang memberi para tetangga yang tidak menerima BLT Kemensos, bukannya malah dikoordinir pihak Desa Cisayong dan diganti dengan sembako yang nilainya ditaksir kurang lebih Rp. 100 ribu, berarti patut diduga Desa mengambil keuntungan didalamnya,” tegas Iim.

Lebih jauhnya lagi, kata Iim, setiap penerima BLT Kemensos ketika pencairan di Kantor Pos para Ketua RT sudah menunggu di tempat sama, dan langsung uang tersebut diambil dan diserahkan ke Pemerintah Desa Cisayong.

“Kebutuhan masyarakat penerima bantuan Kemensos kan berbeda-beda, pasti sudah menganggarkan bantuan tersebut untuk bayar tagihan listrik atau bayar hutang, karena kebutuhan sembako sudah dimilikinya, ini mau tidak mau diberi sembako, pasti mereka kukulutus,” tuturnya.

Iim meminta Pemkab Tasikmalaya khususnya Dinas terkait untuk menjelaskan boleh atau tidaknya BLT Kemensos sebesar Rp. 600 ribu diambil oleh pihak Pemerintah Desa dan diganti dengan sembako dengan alasan pemerataan.

“Tolong Kadis Sosial untuk menjelaskan masalah tersebut, dan bila itu memang sebuah pelanggaran, tentunya kami meminta aparatur pemerintahan dan penegak hukum untuk segera turun tangan, kasihan masyarakat, dan indikasi pemerintah desa Cisayong mau mengambil keuntungan dari bantuan tersebut,” jelas Iim.

Dia mendesak Kepolisian juga Kejaksaan untuk segera turun tangan, karena ini merupakan masalah yang memang harus ditanggapi secara serius bagi para penegak hukum.

“Kejaksaan dan Kepolisian kami meminta segera turun tangan, kami juga ingin mendengar dari Kadinsos mengenai aturan ada pelanggaran atau tidaknya, karena kami pun banyak menerima laporan dari masyarakat penerima bantuan Kemensos tersebut,” pungkasnya.(*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60