Bantu Masyarakat Belanja Bahan Pangan dari Rumah, APSSI Luncurkan Aplikasi “diPasar”

  • Whatsapp
Aplikasi 'diPasar' dilaunching di Bale Pakuan bandung, Jumat (8/5/2020).
banner 468x60

Laporan wartawan Pojokberita.co.id: Taufik

BANDUNG, Pojokberita.co.id – Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) meluncurkan aplikasi ‘diPasar’, Jumat (8/5/2020). Aplikasi ini melayani pembelian bahan pangan dari rumah, sekaligus pengantaran ke masing-masing rumah.

Saat ini aplikasi dapat digunakan di Kota Bandung dan secara bertahap telah terhubung dengan beberapa pasar tradisional di antaranya Pasar Sederhana, Pasar Cijerah, Pasar Kosambi, Pasar Ciwastra, Pasar Ujung Berung dan Pasar Andir.

“Aplikasi ‘diPasar’ ditujukan untuk menghubungkan masyarakat dengan para pedagang pasar secara digital. Inisiatif bersama dengan INKOPPAS dan APPSI ini merupakan salah satu upaya kami untuk memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi. Terlebih lagi menjelang Ramadan, dimana kebutuhan stok pangan masyarakat akan semakin meningkat. Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan di tengah kondisi pandemi COVID-19,” jelas Sekjen DPW APPSI Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, Jumat (8/5/2020) dalam acara launching “diPasar” di Bale Pakuan, Bandung.

Yudi menambahkan, selain aplikasi ‘diPasar’, Inkopas dan APPSI juga menyediakan aplikasi khusus untuk para pedagang pasar. Untuk tahap pertama, melalui aplikasi ini pedagang pasar dapat menerima pembayaran digital dari pelanggan, melakukan pembayaran retribusi, hingga penjualan Payment Point Online Bank (PPOB). Untuk tahap kedua, aplikasi akan dilengkapi juga dengan kemudahan proses pemesanan ke supplier.

Sementara Ketua Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS), Ferry Joko Juliantono, mengatakan, pandemi COVID-19 ini memberikan dampak yang besar bagi sektor perdagangan serta ekosistem pendukungya, termasuk diantaranya 12,6 juta pedagang pasar di seluruh Indonesia. Selain itu, penerapan aturan social distancing atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga menyebabkan semakin berkurangnya kunjungan masyarakat ke pasar tradisional cukup signifikan.

“Untuk itu, kami berterima kasih kepada PT Berdaya Pasar Digital yang telah membantu mewujudkan komitmen kami menyediakan pelayanan digital bagi pedagang pasar dan masyarakat,” ujarnya.

Selain sebagai solusi pemenuhan kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat selama pandemi COVID-19, lanjut Ferry, inisiatif ini diharapkan dapat mendorong digitalisasi pasar tradisional di Indonesia, sehingga perekonomian pasar serta ekosistem pendukungnya akan semakin kuat di masa mendatang. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60