Aksi Kibarkan Bendera Putih Oleh PHRI, Mestinya Dijawab Pemkab Garut

  • Whatsapp
banner 468x60

Garut, Pojokberita.co,- Pengibaran bendera putih tanda telah menyerah oleh situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendapat sorotan tajam dari Pendiri LBH Padjajaran dan PISP, Hasanuddin.

“PHRI Mestinya Kibarkan Bendera Merah Putih. Apapun kondisinya, hal ini mesti dijawab oleh Ketua Satgas (Bupati Garut – Red) untuk memberikan kepastian terhadap masalah yang diajukan PHRI,” cetus Hasanuddin yang dihubungi melalui selulernya, Rabu (21/07).

Muat Lebih

banner 300250

Hasanuddin berharap hal ini jangan dibiarkan berlarut-larut, karena apapun jawaban Pemda adalah bentuk sikap responsif terhadap masalah yang berkembang. “Jawaban adalah komunikasi dalam situasi kedaruratan. Tidak boleh dibiarkan, atau diabaikan, apapun itu jawaban Pemerintah Daerah,” harapnya.

Pendiri LBH Pajajaran ini pun mengatakan, sebaiknya PHRI diajak bicara, kata kuncinya adalah dialog, yang selama ini diabaikan hal ini paling tidak akan memberikan solusi. “Menurut hemat saya, apa yang disampaikan PHRI bukanlah semata soal dampak pada PPKM Darurat pada dunia usaha sektor wisata, karena pastilah PHRI mengetahui dan memahami bahwa semua terdampak,” katanya.

Hasanuddin menilai, yang paling utama adalah adanya komunikasi antara Pemerintah Daerah dan dunia usaha terkait darurat kesehatan ini. “Kita berharap, Bupati selaku Ketua Satgas untuk membuka pembicaraan dengan PHRI dan sektor usaha lainnya dengan cepat,” ungkapnya.

Masih menurut Hasanuddin, tentu saja PHRI bukanlah pihak yang menghendaki Bansos atau penerima bansos, tetapi Pemda Garut perlu mempertimbangkan insentif bagi dunia usaha, misalnya insentif pajak/retribusi. “Kami berharap PHRI juga ikut membantu agenda strategis nasional darurat kebencanaan ini, khususnya PPKM Darurat,” imbuhnya.

Lanjut dikatakan, ketaataan PHRI terhadap kebijakan strategis nasional dan pemerintah daerah akan membantu citra sektor wisata , bahwa wisata peduli kesehatan. “Jadi bukan bendera putih semestinya dikibarkan, melainkan bendera merah putih; bersama mengatasi darurat kesehatan,” tutup Hasanuddin. (Joe).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60